Misteri Duit Jadul Bulan Suro

Misteri Duit Jadul Bulan Suro. Misteri mistik mitos angker kerap kali
mewarnai dalam bulan suro pada penanggalan jawa atau muharrom dalam
penanggalan bulan hijriyah. adalah pulau jawa yang sangat kental
budaya mistik dan misteri pada sebagian banyak masyarakatnya, entah
berawal dari mana asal muasalnya budaya ini telah mendarah daging
dikalangan masyarakat jawa.
Seperti kepercayaan masyarakat akan adanya penguasa laut selatan, juga
kyai semar jin penguasa gunung tidar di magelang, serta banyak
diadakannya pagelaran-pagelaran yang sangat kental dengan suasana
mistik (misteri), seperti membakar kemenyan dan sesaji-sesaji yang
diadakan pada keraton-keraton yang sampai sekarang masih eksis sebagai
salah satu warisan budaya.
Dari berbagai peristiwa yang terjadi pada masyarakat jawa umumnya, ada
beberapa hal menarik perihal misteri / mistik, yang mana peristiwa ini
menyangkut benda dan barang sehari-hari,
Seperti misalnya duit.

Bulan suro bisa dibilang bulan yang cukup tenar dari bulan-bulan
lainnya, sampai-sampai duit pun juga diikutkan dalam misteri
didalamnya, terutama duit jadul atau mata uang versi lama. Duit jadul
seakan naik daun pada bulan suro ini dan menjadi salah satu benda
buruan oleh beberapa orang yang cukup fanatik pada hal-hal mistik
(misteri).
Suatu contoh ada beberapa padepokan atau perguruan pencak silat yang
menggunakan duit jadul sebagai mahar pengesahan belajar kekanuraganan
perguruan.
Juga beberapa orang yang juga memakai duit jadul sebagai simbolis unik
dalam mengenang beberapa peristiwa penting pada perjalanan hidupnya,
seperti mahar penikahan.
Sampai ada yang mengkoleksi duit jadul sebagai kenang-kenangan masa
lalu dan yang aneh lagi, yaitu menggunakan duit jadul sebagai mahar
khusus pesugihan yang tidak boleh ditawar atau diwakili dengan duit
yang biasa beredar pada masa sekarang, sehingga pelaku tadi rela
membeli atau menukar duit jadul tadi dengan kelipatan yang lebih
besar. Tentu hal yang terakhir ini adalah sesuatu yang tidak logis dan
cenderung merugikan.

Memang suatu keyakinan dan kepercayaan tergantung pemahaman dari
pribadi masing-masing dan juga hal ini adalah otoritas mutlak pada
diri pribadinya sendiri dalam memaknai suatu peristiwa atau benda.
Demikian halnya adalah duit yang mempunyai satu fungsi sebagai alat
tukar yang mudah dan dapat diterima semua masyarakat dalam golongan
apapun. Lepas dari apapun latar belakangnya, suatu benda memiliki
keunikan masing-masing dan tiap orangpun punya alasan atau simbolis
tersendiri dalam menggunakan suatu benda pada peristiwa-peristiwa
tertentu. 8ulan suro atau bulan muharrom adalah juga termasuk bulan
yang mana dimulai awal penanggalan tahun baru dan ditinggalkannya
tahun lama. Dari adanya peristiwa ini, seringkali digunakan masyarakat
jawa sebagai waktu yang tepat untuk perenungan diri dari tahun yang
lalu serta persiapan menatap tahun yang baru didepan. Dan waktu tepat
ini berada dibulan suro atau muharrom.

0 komentar:

Poskan Komentar